Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Tips agar Proposal Bisnis Kamu Segera di Acc


Melihat orang lain sukses di usia muda pastinya membuat kita kepo apa sih sebenarnya rahasianya. Sukses secara finansial bisa di tempuh melalui dua cara, yaitu dengan menempati jabatan fungsional dalam sebuah instansi negeri maupun swasta, atau menjadi wirausahawan sukses yang membuka banyak cabang di berbagai daerah.

Baiklah, tips untuk menjadi pejabat fungsional agaknya tidak lepas dari pendidikan yang ditempuh, usaha mencari kerja, dan link yang dimiliki. Beda lagi dengan saat kamu memilih menjadi pebisnis sukses yang butuh nyali, semangat membara, melawan ketakutan akan kegagalan, dan memiliki modal untuk memulainya. Jika faktor pendukung tersebut kita miliki, ditambah lagi dengan bakat berwirausaha yang terus diasah, dalam waktu singkat bisnis yang dikelola akan berkembang pesat.

Pertanyaanya, apakah ketika kita tidak memiliki modal, lantas kita tidak bisa menjalankan bisnis sesuai yang kita impikan? Hem, banyak jalan menuju Roma, seperti halnya banyak bisnis yang bisa dijalankan tanpa adanya modal. Biasanya jenis bisnis tanpa modal dilakukan dalam rangka mengumpulkan modal untuk membuka bisnis baru. Butuh waktu yang cukup lama untuk itu.

Jika ingin lebih cepat, kamu bisa mendapatkan modal dengan mengajukan proposal bisnis pada investor. Mengajukan proposal bisnis agar di acc cukup mudah jika kamu paham triknya. Yuk, wujudkan bisnis kamu sekarang juga dengan tahap awal membuat proposal bisnis berkualitas agar cepat di acc. Ini dia 10 tipsnya!

1. Proposal yang Memenuhi Definisi Proposal Usaha

Yap, syarat pertama membuat proposal bisnis adalah memahami apa sih proposal usaha itu. Bagi kamu yang akan membuat proposal usaha, memahami definisi proposal usaha sangatlah penting, lalu menerapkannya dengan baik dalam bentuk tulisan.

Proposal bisnis yang baik mencakup bagian-bagian utama yang ada di dalam proposal, mulai dari:
  • Latar belakang yang berisi alasan kenapa kamu memilih bisnis itu dan kenapa bisnis ini layak untuk dijadikan mitra atau didanai investor, serta prospek dari bisnis yang akan kamu bangun.
  • Tujuan pembuatan proposal bisnis adalah untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dengan memberikan kesempatan bagi banyak anak bangsa untuk terlibat aktif dalam bisnis tersebut. Singkatnya, proposal ini berguna untuk menjadi peluang berkarya bagi anak bangsa. Kamu bisa menyediakan produk atau jasa yang menjadi solusi atas masalah yang dihadapi atau menjawab kebutuhan masyarakat secara luas.
  • Gambaran operasional bisnis, pendanaan, dan perkiraan profit.
Singkatnya, dari proposal bisnis yang kamu buat, investor mendapatkan gambaran mengenai perencanaan bisnis yang sedang kamu rintis, sebagai media pengenalan dan persuasi kepada pihak investor dan sebagai gambaran singkat atas bisnis yang kita kelola kepada orang lain.

Manfaat proposal bisnis yang akan kamu dapatkan diantaranya adalah memberikan gambaran kepada orang lain mengenai bisnis yang kamu kelola, sebagai parameter kesuksesan sebab proposal bisnis berisi prediksi gambaran ideal tentang bisnis yang akan dijalankan, dan yang terakhir adalah secara tidak langsung menjadi guidance atau pedoman selama kamu menjalankan bisnis tersebut. Ini membantu mengurangi tindakan-tindakan yang memungkinkan bisnis mengalami defisit.

Gambaran mengenai apa yang harus ada dalam proposal bisnis diatas, sebaiknya harus ada dalam proposal bisnis yang kamu tawarkan kepada investor. Semakin matang gambaran dalam proposal tersebut, semakin mudah investor mempercayakan modalnya tentunya dengan mengamati track record bisnis yang kamu jalankan selama ini. Atau, jika ini adalah kali pertama kamu mulai berbisnis, kamu bisa tunjukkan karakter yang tegas, yakin, ulet, dan percaya diri di depan investor. Proposal sudah selesai dibuat? Let’s seeking for investors.

2. Susun Proposal Secara Sistematis dan Mudah Dipahami

Banyak orang memiliki kemampuan untuk merancang proposal. Namun tidak semuanya memiliki kapasitas untuk membuat proposal yang rapi, sistematis dan memahamkan pihak lain. Agar proposal bisnis kamu segera di acc, mari buat susunan proposal yang sistematis agar logika berfikirnya runut dan terarah. Logika yang terarah memudahkan investor memahami alur bisnis mulai tahap perencaan hingga visualisasi yang mendatangkan profit.

Susunan proposal dengan logika yang melompat-lompat membuat pembaca tidak tertarik apalagi jika mereka pada dasarnya bukanlah pihak yang berkepentingan. Manjakan pembaca dengan membuat susunan proposal yang sistematis sehingga mereka bisa menangkap gerak bisnis yang Anda rancang saat ini dari mulai hingga akhir.

Membaca proposal dengan susunan yang tidak terstruktur menjadi alasan kenapa proposal kamu tidak layak untuk di acc. Salah satunya sebab kerumitan dalam memahaminya sehingga proposal tidak dibaca sampai tuntas.

3. Pertimbangkan Kapasitas Diri

Baiklah, boleh kita bersikap optimis tetapi harus tetap tau batasannya. Pertimbangkan kapasitas diri apakah secara tenaga dan kemampuan kamu siap untuk memulai bisnis tersebut. Jika persentasenya adalah kurang sedikit lagi kamu mencapai titik kesiapan tersebut, tidak masalah untuk memilih maju.

Lain halnya jika kamu menyadari bahwa secara tenaga dan kemampuan sebenarnya tidak mungkin bagimu untuk memulai bisnis tersebut, memilih mundur dan mencari jenis bisnis lain yang lebih cocok agaknya menjadi alternatif yang lebih baik lagi.

Investor tentu bisa menilai apakah kita layak untuk bermitra dengannya dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan kapasitas kita sebagai perancang bisnis untuk mewujudkan bisnis tersebut. Cari tau bakat bisnis kita di bidang apa agar selama berbisnis kita merasa nyaman, semakin maksimal dan tidak mudah jenuh.

4. Pertimbangkan Presentase Prospek Usaha

Prinsip dasar kerjasama dengan investor adalah simbiosis mutualisme. Kita sebagai perencana dan pelaku bisnis merasa terbantu dari adanya modal tersebut, dan investor selaku pemodal mendapatkan profit yang menguntungkan dari bisnis tersebut.

Proposal adalah pisau kita untuk goal di depan investor. Salah satu bagian yang penting dan menjadi sorotan investor adalah di bagian prospek usahanya. Investor akan percaya untuk menanamkann modal pada bisnis tersebut selama bisnis itu memiliki prospek yang bagus.

Bagus tidaknya prospek bisnis dalam proposal itu disusun dalam rangkaian logika yang sistematis dan tampak real. Semakin besar persentase profit dengan menerapkan strategi bisnis yang tepat, semakin besar kesempatan proposal bisnis kamu untuk di acc.

5. Sebarapa Profit yang Diperoleh dan Berapa Lama Modal akan Kembali

Investor tentu saja tidak mau merugi dengan mempercayakan modal yang dimiliki pada kita. Dalam proposal itu, berikan gambaran mengenai persentase profit yang di dapat dan seberapa lama modal yang ditanam akan kembali. Semakin banyak profit dan semakin cepat modal tersebut kembali, kita dan juga investor merasa beruntung dan ini menjadi rancangan bisnis dengan prospek ke depan yang bagus.

6. Proposal yang Menjual

Apa definisi dari proposal yang menjual itu? proposal yang  menjual adalah proposal yang memberikan keuntungan maksimal kepada pihak investor. Proposal tersebut meliputi apa saja yang akan di dapat oleh pihak pemberi. Semakin banyak keuntungan yang di dapat, semakin besar potensi proposal bisnis kamu untuk di acc.

Proposal yang menjual di dalamnya berisi rincian detail keuntungan yang diperoleh pihak penyedia modal. Seperti dimana kamu akan meletakkan logo investor, dimana iklan tersebut akan di pasang, dan seberapa banyak jangkauan pasarnya. Dari gambaran tersebut pihak investor akan mendapatkan gambaran seberapa banyak keuntungan yang diperoleh.

7. Berikan Proposal pada Saat yang Tepat

Memahami konteks tempat dan waktu sangatlah penting utamanya pada saat kita sedang mengajukan proposal bisnis. Usahakan untuk menyampaikan proposal tersebut pada saat yang tepat. Ketepatan waktu itu bisa kita lihat dari sedang longgarnya investor. Investor yang sedang  sibuk dan banyak kegiatan sangat mungkin mengabaikan pengajuan proposal kita.

Saat investor sudah luang, mereka akan memiliki banyak waktu untuk membaca proposal dengan jeli. Kemungkinan mereka  bad mood karena ada kesan merasa dipaksa membaca proposal saat sedang sibuk akan semakin kecil. Kamu bisa mencari informasi mengenai waktu luang yang dimiliki investor saat ini dan pastikan kita datang pada tempat dan kesempatan yang tepat.

8. Tunjukkan Proposal pada Orang yang Tepat

Mengajukan proposal pada investor yang tidak tepat sama saja membuang-buang waktu. Tepat tidaknya proposal yang kamu ajukan pada pihak investor bisa dilihat dengan mengamati apakah investor tertarik dengan cabang bisnis yang kamu ajukan. Untuk itu, mengetahui latar belakang investor sangatlah penting mulai dari mengetahui apa yang disukai dan yang tidak disukainya, mengamati bidang yang diminati investor, dan mengetahui karakter investor secara mendetail.

9. Adanya Pengalaman dan Track Record yang Bagus akan Menjadi Nilai Lebih

Mengajukan proposal bisnis dalam kondisi nol pengalaman tentunya lebih berat jika dibandingkan dengan mengajukan proposal dalam kondisi berpengalaman. Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman berbisnis dalam bidang yang sama sehingga pihak yang mengajukan proposal mengetahui apa keuntungan menjalani bisnis tersebut dan apa yang menjadi hambatannya.

Pengalaman ini mahal nilainya di mata investor. Mereka akan mengamati seberapa tangguh kemampuan kita dalam berbisnis dan seberapa besar nyali yang kita miliki untuk menekuni bisnis yang akan didanai. Investor akan berfikir dua kali untuk mempercayakan modal yang mereka miliki ke tangan pemula yang belum pernah menjalankan bisnis sebelumnya.

10. Perbanyak Berdoa

Ya, hal penting yang tidak bisa kita sepelekan dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah berdoa, Selain performa yang bagus saat berinteraksi dengan investor yang ditunjukkan dengan sikap percaya diri dan sikap mantap terhadap pilihan bisnis yang diambil, doa adalah bekal utama yang harus selalu kita sertakan setiap kali akan mengajukan proposal bisnis. Doa yang kita panjatkan terus menerus akan memudahkan kita untuk sampai pada tujuan yang kita harapkan.

Selalu ada cara selama ada keinginan. Saat kita memiliki keinginan untuk menjalankan bisnis dan terhimpit masalah modal, banyak cara yang bisa kita lakukan, salah satunya adalah dengan mengajukan proposal bisnis kepada para investor. Proses pengajuan proposal memang gampang-gampang susah. Walau begitu, selama kita tau triknya, tidak ada yang tidak mungkin.

Kita bisa terapkan tips membuat proposal bisnis di atas dengan baik sebelum mengajukan proposal kepada pemodal. Tidak ada yang tidak mungkin, meski saat ini yang kita miliki hanyalah nyali berbisnis, namun kesempatan untuk membuka bisnis sangatlah besar dengan perantara modal yang kita dapat dari acc pengajuan proposal. Selamat mencoba dan salam wirausaha.

Posting Komentar untuk "10 Tips agar Proposal Bisnis Kamu Segera di Acc"