Sejarah, perbedaan WordPress.org dan WordPress.com

Foto oleh Pixabay dari Pexels

OMPalu.com – Sejarah WordPress berawal dari dua developer, Matt Mullenweg dan Mike Little, yang mengembangkan platform blogging baru untuk menggantikan software b2/cafeblog pada tahun 2003. Setelah diumumkan kalau proyek software tersebut tidak lagi dilanjutkan, mereka segera mengembangkan WordPress.

 

Versi pertamanya dirilis pada Januari 2004. Tampilannya cukup berbeda dari platform yang kita kenal sekarang ini. Namun, versi pertamanya sudah memiliki fitur inti yang masih digunakan hingga saat ini, misalnya area editor, proses install yang mudah, custom permalink, sistem manajemen user, dan moderasi komentar.

 

Sejak tahun 2004 sampai sekarang, platform ini telah melalui berbagai transformasi. Kini, WP dikembangkan, dikelola, dan dipelihara (maintain) oleh banyak komunitas yang beranggotakan ribuan orang. Mereka bekerja secara remote (dari berbagai lokasi) – sebagian besar bekerja secara sukarela – dan bertemu secara langsung di konferensi khusus, yaitu WordCamp. CMS ini meluncurkan versi terbarunya setiap atau bulan. Di setiap versinya, terdapat fitur tambahan dan juga pembaruan sistem keamanan.

 

Perbedaan WordPress.org dan WordPress.com

Jika Anda mengetikkan kata kunci ‘WordPress’ di mesin pencari seperti Google, hasil pencarian akan menampilkan dua website serupa, yakni WordPress.com dan WordPress.org. Tak jarang dua website ini membingungkan user pemula. Apalagi masing-masing platform memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda.

 

WordPress.org

 

WordPress.org adalah tipe platform WordPress yang ditujukan bagi pengguna yang ingin membuat website dengan berlangganan hosting dan domain sendiri (self-hosted). Platform ini nantinya diunduh di akun hosting Anda. Untuk memaksimalkan fungsinya, Anda bisa menginstall plugin dan tema dari koleksi yang tersedia.

 

WordPress.com

 

WordPress.com adalah perusahaan web hosting yang menggunakan sistem manajemen konten WP untuk semua blognya. Setelah membuat akun, user akan mendapatkan subdomain myblog.wordpress.com untuk blog mereka. Namun, kalau Anda berniat untuk menggunakan domain sendiri, Anda harus berlangganan paket berbayarnya. Sebagaimana layanan gratis, paket gratis WordPress.com juga memiliki batasan.

 

Penulis : Ariata C.
Sumber : Hostinger

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Tinggalkan Komentar