Cuma Pakai Baterai AA, Mouse Gaming Ini Bisa Hidup 9 Bulan

OMPalu – Logitech G baru-baru ini mengumumkan kehadiran mouse gaming teranyarnya, G304 Lightspeed Wireless Gaming Mouse.

Menggunakan teknologi Lightspeed dan sensor optik HERO, mouse gaming ini diklaim memberikan pengalaman bermain gim lebih memuaskan ketimbang mouse kabel di pasaran saat ini.

Disebutkan, sensor HERO (High Efficiency Rated Optical) mampu memberikan efisiensi daya 10 kali lipat dibandingkan mouse gaming generasi sebelumnya.

Tak hanya itu, sensor baru ini juga memiliki kecepatan tracking sebesar 400 IPS yang lebih presisi, serta sensitivitas hingga 12.000 DPI.

Selain itu, teknologi nirkabel Lightspeed yang berkecepatan tinggi diklaim memberikan pengalaman bermain bebas lag dengan waktu respons mencapai 1ms.

Terlepas dari hal tersebut, fitur unggulan G304 Lightspeed Wireless Gaming Mouse adalah kemampuan untuk memperpanjang masa penggunaan baterai.

Logitech menyatakan, mouse gaming nirkabel barunya mampu digunakan bermain nonstop selama 250 jam dengan hanya satu baterai AA. Saat tidak digunakan untuk bermain, baterai mouse dapat bertahan hingga sembilan bulan

Lebih lanjut, perangkat ini juga memiliki indikator baterai built-in yang akan mulai berkedip ketika daya baterai tinggal 15 persen.

“Kami berkomitmen menghadirkan mouse gaming nirkabel dengan performa yang lebih cepat dan responsif dibandingkan deretan mouse gaming berkabel milik kompetitor,” tulis Ismail Maksum, Country Manager Logitech Indonesia dalam keterangan resminya, Minggu (17/6/2018).

Penasaran dengan kemampuan Logitech G304 Lightspeed Wireless Gaming Mouse? Perangkat ini sudah tersedia di pasaran Indonesia dengan kisaran harga Rp 699.000.

Canggih, Alarm Ini Bisa Keluarkan Aroma Makanan dan Minuman

OMPalu – Alarm biasanya bertugas membangunkan orang dengan suara atau musik. Namun tahukah kamu kini ada teknologi yang bisa membuat alarm mengeluarkan aroma-aroma khusus?

Ya, kini ada alarm canggih yang bisa membangunkan penggunanya dengan aroma makanan dan minuman, mulai dari jus jeruk, kopi, hingga kue. Alarm tersebut bernama SensorWake Trio.
Menurut informasi yang dilansir AsiaOne, Rabu (20/6/2018), cara kerja alarm ini sama seperti alarm lain pada umumnya.

Pengguna harus mengatur jamnya terlebih dahulu dan memilih aroma mana yang akan dikeluarkan. Selain jus jeruk, kopi, dan kue, ada beberapa aroma lain yang dapat dipilih.

Pada saat membangunkan pengguna, alarm akan mngeluarkan aroma yang sudah dipilih. Jika pengguna tak kunjung bangun, alarm akan berganti dengan mengeluarkan musik.

Walau bisa memainkan musik, pengguna tidak bisa memilih musik alternatif jika mereka belum bangun juga. Yang pasti, alarm ini memprioritaskan aroma untuk membangunkan manusia.

Menariknya, alarm ini mendapat respons positif. Hanya dalam waktu tiga jam saja pada penjualan perdananya, alarm tersebut mampu meraup keuntungan sebanyak US$ 40 ribu.

Nyaris Tanpa Bingkai, Smartphone ini sembunyikan Kamera di Balik Layar

OMPalu.com – Para pabrikan smartphone terganjal komponen kamera depan, speaker telepon, dan sensor jarak dalam upaya mereka terus menerus melebarkan layar ponsel hingga nyaris tanpa bingkai.

Berbagai solusi coba ditempuh, seperti menyematkan komponen-komponen yang wajib hadir itu di bagian “poni” alias takik yang menjorok ke bagian dalam layar (iPhone X, Essential Phone, Oppo F7), atau memindahkan kamera ke salah satu sisi bingkai layar yang lebih tebal dari tiga sisi lainnya (Xiaomi Mi Mix).

Pabrikan China bernama Doogee punya cara sendiri. Sebuah purwarupa ponsel mereka yang bernama Mix 4 memiliki layar yang nyaris sepenuhnya menutup bagian depan dengan rasio 97 persen berbanding bodi. Kok bisa?

Rahasianya ada di mekanisme slider (geser) khusus yang diterapkan Doogee pada Mix 4, mirip pada ponsel jadul semisal Nokia “pisang” 8110. Bedanya, yang digeser pada Mix 4 bukan penutup keypad, tapi layarnya.

Layar berukuran 6,2 inci ini bisa digeser ke atas untuk menyembunyikan komponen kamera depan apabila sedang tidak dipakai, sehingga berujung pada penampilan yang nyaris tanpa bingkai tadi.

Sebagai gambaran luasnya layar Mix 4, bahkan iPhone X sekalipun memiliki rasio layar terhadap bodi yang hanya sebesar 83 persen, sementara Essential Phone 85 persen.

Sayangnya, layar geser milik Mix 4 tersebut bakal ikut menutup komponen speaker phone dan sensor jarak sehingga ponsel tidak bisa dipakai menelepon dalam keadaan kamera tertutup. Saat ingin melakukan panggilan atau menjepret selfie, penggunanya perlu menggeser layar lagi sehingga kembali memunculkan komponen-komponen tersembunyi itu.

Kekurangan lainnya adalah dimensi fisik ponsel yang jadi lebih tebal karena perlu mengakomodir mekanisme slider. Mix 4 memiliki ketebalan 11 mm, lebih gemuk dibandingkan ponsel modern lain yang biasanya memiliki ketebalan di kisaran 7mm hingga 8mm. Informasi dari The Verge, Minggu (8/4/2018) menyebutkan bahwa MIx 4 kemungkinan juga bakal dibekali dengan under-display fingerprint scanner yang tertanam langsung di layar. Fitur ini pertama kali hadir pada Vivo Apex yang juga memiliki mekanisme khusus (pop-up) untuk menyembunyikan kamera depan.

Di punggung Mix 4 terdapat sepasang kamera. Masih belum banyak informasi lain yang diketahui tentang ponsel ini, mengingat ia masih berstatus sebagai prototype alias perangkat konsep. Meski demikian, seorang reviewer di YouTube telah berhasil menjajalnya. Silakan simak dalam video di tautan berikut :

https://youtu.be/UWz4LPyoSw4